Gubernur Bangkok ingin Festival Songkran aman untuk kebaikan pariwisata Bangkok dalam jangka panjang.
Kantor Administrasi Metropolitan Bangkok (BMA) bekerja sama dengan polisi menggunakan kamera kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi dan mengidentifikasi pencopet dan penjahat lainnya pada festival Songkran di Jalan Khao San.
Langkah-langkah ini diumumkan pada hari Selasa, ketika BMA, polisi, Asosiasi Bisnis Khaosan dan sponsor utama mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan Khaosan Songkran Fest 2024. Pesta tersebut akan berlangsung selama tiga hari, dari Sabtu hingga Senin depan.

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt ingin perayaan Songkran di Jalan Khao San aman bagi wisatawan sehingga hal ini mendapat kepercayaan dan menjadi pertanda baik bagi pariwisata Bangkok dalam jangka panjang.
Kosol mengatakan kamera AI ini akan dapat memindai wajah dan mendeteksi apakah orang-orang dengan catatan kriminal termasuk di antara orang-orang yang bersuka ria. Ia mengatakan, empat kamera lagi akan diposisikan untuk melihat apakah venue sudah penuh, sehingga petugas di pintu masuk bisa menyikapinya dengan melarang orang memasuki area festival.
Kosol menambahkan panitia penyelenggara juga akan memasang rambu-rambu pintar yang menunjukkan pintu keluar darurat dengan jelas. Tanda-tanda cerdas ini akan mengingatkan orang-orang yang bersuka ria dengan lampu, suara, dan petunjuk arah.

Direktur distrik menambahkan pusat komando akan didirikan di kantor pusat BMA, sedangkan pusat operasi keamanan akan ditempatkan di Kantor Polisi Chana Songkram.
Sekitar 1.000 petugas dari Kantor Polisi Chana Songkram, Polisi Imigrasi dan Polisi Pariwisata, bersama dengan penegak hukum dan perawat BMA akan dikerahkan di tempat tersebut pada setiap hari pesta.
Kosol menambahkan kawasan Khao San menjadi salah satu dari 118 tempat di Bangkok yang menggelar Fsetival Songkran.




