Thailand secara resmi mengakui Palestina sebagai negara pada 17 Januari 2012 dan memulai hubungan diplomatik dengan Palestina sejak 1 Agustus 2012.
Kementerian Luar Negeri Thailand pada hari Jumat (11/6) mengklarifikasi bahwa pencopotan spanduk "Bebaskan Palestina" di dekat Jalan Tol Sathu Pradit di Bangkok tidak dilakukan atas perintah kementerian.
Spanduk raksasa dengan bendera Palestina bersama dengan pesan "Bebaskan Palestina" dilaporkan terlihat menutupi papan reklame di dekat jalan tol pada 3 Juni. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas spanduk tersebut sampai kemudian diturunkan oleh pemilik papan reklame.
Desas-desus kemudian muncul bahwa Kementerian Luar Negeri telah memaksa pemiliknya untuk menurunkannya, karena khawatir dapat mempengaruhi hubungan internasional.
"Thailand telah menganjurkan pembicaraan damai antara Israel dan Palestina di bawah pendekatan solusi dua negara di mana kedua negara dapat hidup berdampingan secara damai dan dengan perbatasan yang diterima bersama di Timur Tengah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Thani Saengrat.
“Kami juga mempromosikan pendekatan tanpa kekerasan dan berharap kedua negara akan memulai negosiasi damai lagi di lingkungan yang sesuai.”
Thani menambahkan, Thailand secara resmi mengakui Palestina sebagai negara pada 17 Januari 2012 dan memulai hubungan diplomatik dengan Palestina sejak 1 Agustus 2012.
“Selama sembilan tahun, Thailand dan Palestina telah mempertahankan hubungan positif. Presiden Palestina mengunjungi Thailand sebagai tamu pemerintah pada 2016, sementara Thailand menyumbangkan US$30.000 untuk membantu Palestina memerangi wabah Covid-19 pada 23 Juni 2020,” katanya.
Thani menambahkan Thailand juga telah mempertahankan kerja sama akademik dan pembangunan dengan Palestina di tingkat bilateral dan multi-lateral, termasuk memberikan pelatihan akademik melalui Badan Kerjasama Internasional Thailand.
Thailand juga pernah menjadi tuan rumah Konferensi Kerjasama antara Negara-negara Asia Timur untuk Pembangunan Palestina pada tahun 2018 dan menyumbang ke PBB untuk Pengungsi Palestina US$40.000 per tahun sejak 1978 di bawah janji multi-tahun. (Nation Thailand)




