Sepekan, Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Bunuh 17 Orang Termasuk 5 TNI

Lima korban tewas di antaranya anggota militer yang menyamar sebagai penambang emas.


Papua, Suarathailand- Pemberontak di wilayah Papua, Indonesia, mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah membunuh lebih dari 17 orang sejak akhir pekan, dengan mengklaim bahwa mereka adalah tentara yang menyamar sebagai penambang emas, dan polisi mengatakan pemberontak tersebut menyandera dua orang.

Pertempuran tingkat rendah tetapi semakin mematikan untuk kemerdekaan telah memanas antara pasukan keamanan dan pemberontak di Papua yang kaya sumber daya sejak secara kontroversial diserahkan di bawah kendali Indonesia dalam pemungutan suara yang diawasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1969.

Sebby Sambom, juru bicara pemberontak Papua, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemberontak telah membunuh lebih dari 17 orang sejak 6 April, termasuk lima orang pada hari Rabu, dan mengklaim bahwa mereka adalah anggota militer yang menyamar sebagai penambang emas.

"Jika militer pemerintah Indonesia ingin mengejar kami, silakan datang ke kota Dekai, kami ada di kota itu," kata Sebby, merujuk pada sebuah kota di distrik Yahukimo, tempat insiden itu terjadi.

Frega Wenas, juru bicara Kementerian Pertahanan, mengatakan kepada wartawan bahwa 11 penambang ilegal dibunuh dengan kejam di daerah itu dan menyangkal bahwa mereka adalah perwira militer, seraya menambahkan bahwa ini adalah propaganda pemberontak. 

Secara terpisah, polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa 35 orang di daerah itu dievakuasi ke distrik lain, sementara dua warga masih disandera oleh pemberontak. 

Frega mengatakan serangan itu adalah salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2018, sebuah kelompok separatis menewaskan 21 pekerja konstruksi jalan di daerah dataran tinggi Nduga. 

Pemberontak di Papua dalam beberapa tahun terakhir berhasil memperoleh senjata yang lebih baik, diserbu dalam penyerbuan di pos-pos tentara atau bersumber dari pasar gelap. Mereka juga telah menculik orang asing, termasuk seorang pilot Selandia Baru yang dibebaskan tahun lalu setelah ditahan selama 19 bulan.

Share: