Houthi Ultimatum Turki dan Pakistan Tak Ikut Campur Konflik Saudi Vs Yaman

Kelompok Houthi Ansarallah juga memperingatkan akan melakukan pembalasan terhadap negara asing mana pun yang bergabung dalam konflik.


Yaman, Suarathailand- Xinhua melaporkan Kelompok Houthi Yaman pada Selasa (6/10) memperingatkan bahwa pihaknya dapat meningkatkan serangan terhadap bandara, pelabuhan, dan infrastruktur lainnya di Arab Saudi.

Kelompo Houthi Ansarallah juga memperingatkan akan melakukan pembalasan terhadap negara asing mana pun yang bergabung dalam konflik, seiring pertempuran meningkat di sepanjang pesisir Laut Merah yang strategis di Yaman.

Televisi Al Mayadeen yang berbasis di Lebanon melaporkan Mohammed al-Bukhaiti, seorang anggota Biro Politik Houthi, mengatakan  pasukan pemerintah telah menerobos garis pertahanan Houthi selama serangan terbaru mereka pada Senin (5/10), tetapi mengklaim bahwa kemajuan tersebut sejak itu telah berhasil dibendung.

"Ada penerobosan, tetapi kami telah menutupnya," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa kelompok tersebut memiliki kemampuan militer untuk menutup bandara dan pelabuhan laut Arab Saudi, seraya memperingatkan bahwa permusuhan yang terus berlanjut dapat membuat infrastruktur Arab Saudi menjadi sasaran serangan yang lebih luas.

Al-Bukhaiti mengatakan bahwa Houthi tidak mengharapkan Turkiye atau Pakistan untuk secara langsung bergabung dalam operasi tempur di dalam Yaman, tetapi memperingatkan bahwa kelompok tersebut akan menganggap bahkan keterlibatan tidak langsung sebagai partisipasi dalam perang tersebut dan akan siap untuk merespons.

Kedua negara pada Senin (5/10) mengatakan bahwa mereka akan menyediakan pasukan dan kemampuan militer serta memastikan pengerahan cepat di Arab Saudi sesuai dengan komitmen mereka berdasarkan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah (Mecca Joint Defense Agreement).

Terlepas dari ancaman tersebut, al-Bukhaiti menyebut penghentian konflik sebagai "kepentingan bersama," dengan berpendapat bahwa deeskalasi akan menguntungkan baik Arab Saudi maupun Yaman.

Pernyataan al-Bukhaiti disampaikan di tengah meningkatnya pertempuran di sepanjang pesisir barat daya Yaman, tempat pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi melancarkan serangan besar pada Senin terhadap posisi-posisi Houthi di sekitar Selat Bab al-Mandab dengan dukungan udara Saudi yang ekstensif.

Houthi merebut Mocha dan Pulau Mayyun di dekatnya pada September, memperluas kehadiran mereka di sekitar jalur perairan strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.

Kampanye darat pemerintah yang kembali dilancarkan tersebut telah disertai dengan peningkatan serangan lintas batas, dengan Houthi meluncurkan rudal balistik dan drone ke sejumlah bandara, fasilitas energi, dan sasaran militer di dalam Arab Saudi, sementara pesawat tempur Saudi meningkatkan serangan terhadap posisi-posisi Houthi di seluruh Yaman.

Yaman dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara.

Share: