Kemenkes menganalisis penyebab lonjakan kasus Covid-19 pada Mei 2022 ini adalah virus corona varian Omicron BA.4 dan BA.5.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Dr Zubairi Djoerban menyatakan sudah saatnya Indonesia kembali dalam kondisi siaga Covid-19. Ia pun menganjurkan masyarakat kembali memakai masker dan melengkapi vaksinasi Covid-19 hingga dosis ketiga.
"Kasus baru tembus 1.000, Jakarta terbanyak 730, total pasien di rumah sakit di Jakarta: 200 dan asus aktif Indonesia bertambah 709, jadi 6.007. Sudah saatnya siaga dan tidak memandang remeh. Pakai masker dan mari kita tingkatkan capaian booster," tegas Zubairi di akun Twitter miliknya @ProfesorZubairi, Rabu (15/6/2022) malam.
Kementerian Kesehatan menganalisa, penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia pada Mei 2022 ini adalah virus corona varian Omicron BA.4 dan BA.5. Infeksi virus corona varian Omicron BA.4 dan BA.5 sudah terdeteksi di sejumlah wilayah sejak awal Mei 2022.
Penambahan kasus Covid-19 pada Rabu (15/6/2022) menembus angka 1.242. Pada Selasa (14/6/2022), penambahan kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 930 kasus baru.
Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Covid-19 pada hari ini bertambah 525 orang sehingga menjadi sebanyak 5.900.574 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia 8 bertambah 10 orang menjadi sebanyak 156.670 orang. Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia pada hari ini mencapai 6.007 kasus, bertambah 709 dari sehari sebelumnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Mohammad Syahril mengatakan, pelonggaran aturan memakai masker akan terus dievaluasi.
"Kelonggaran pemakaian masker di luar ruangan terbuka tapi dengan perbatasan akan tetap dievaluasi. Apabila ada peningkatan kasus yang nanti memang ada kaitannya dengan kenaikan BA.4 atau BA.5, maka kita akan lebih memperketat protokol kesehatan," ujar Syahril dalam konferensi pers pada Jumat (10/6/2022) pekan lalu. (republika)




