Kasus Covid-19 Terbaru di Thailand: 11 Meninggal, 1.800 Orang Dirawat

Petugas medis Thailand memperingatkan lonjakan Covid-19 setelah tercatat 11 kematian baru

Otoritas Medis Thailand memperingatan akan terjadinya wabah pandemi Covid-19 di Thailand setelah melaporkan 11 kematian baru dan 1.880 rawat inap selama tujuh hari terakhir.

Data yang dirilis oleh Departemen Pengendalian Penyakit di Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand menunjukkanbahwa rata-rata rawat inap akibat Covid kini mencapai sekitar 269 kasus per hari, dengan sebagian besar memerlukan unit perawatan intensif (ICU) dan dukungan ventilasi mekanis.

Para dokter dan rumah sakit di Thailand semakin khawatir karena pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, sehingga menyebabkan kekurangan tempat tidur yang disediakan baik di rumah sakit swasta maupun pemerintah. Lonjakan beban kasus ini juga memberikan tekanan yang signifikan pada staf layanan kesehatan.

Selama beberapa minggu terakhir, rawat inap akibat Covid tetap tinggi secara konsisten, dengan 1.792 pasien masuk pada minggu sebelumnya dan 1.672 pasien pada minggu sebelumnya. 

Diperkirakan antara 15% hingga 24% dari pasien yang dirawat di rumah sakit memerlukan ICU atau oksigen tambahan, dan pasien seringkali membutuhkan waktu antara tiga hingga delapan minggu untuk pulih.

Dengan tes Covid yang saat ini terbatas dan sebagian besar dilakukan pada kasus penyakit parah, para dokter khawatir akan penyebaran yang luas di antara penduduk setempat. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kasus Covid jangka panjang dan masalah medis jangka panjang lainnya.

Telah terjadi peningkatan kasus diabetes baru, hipertensi, kelelahan kronis, masalah ginjal dan hati, serta masalah neuropsikiatri selama tiga tahun terakhir, dengan banyak penelitian yang mengaitkan infeksi Covid ringan dengan kondisi ini.

Selain itu, kemunculan varian baru SARS-CoV-2 FLiRT di Thailand yang ditandai dengan mutasi F456L dan R346T, semakin menambah kekhawatiran. Varian-varian ini mendapat perhatian karena potensi dampaknya terhadap penularan dan tingkat keparahan penyakit. Khususnya, kemunculan sub-silsilah KP.3 baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran karena tingkat penularannya yang tinggi.

Gejala varian FLiRT mirip dengan gejala strain Covid sebelumnya, termasuk gangguan pernapasan, kelelahan, demam, batuk, dan sakit tenggorokan. Namun, laporan menunjukkan variasi gejala dan tingkat keparahan penyakit dengan beberapa pasien menunjukkan ruam, nyeri otot yang semakin parah, dan lesi paru-paru.

Selain dampak fisik, sistem layanan kesehatan juga bersiap menghadapi dampak psikologis dari pandemi ini. Petugas kesehatan mengalami kelelahan dan kelelahan karena tuntutan yang tiada henti untuk merawat pasien Covid di tengah kekurangan staf dan terbatasnya sumber daya.

Upaya untuk membendung penyebaran virus terus berlanjut, pihak berwenang mendesak masyarakat untuk mematuhi tindakan pencegahan yang ketat seperti memakai masker, menjaga jarak sosial, dan kebersihan tangan. Kampanye vaksinasi sedang berlangsung namun tantangan seperti keraguan terhadap vaksin dan masalah rantai pasokan masih ada.

Minggu-minggu mendatang adalah masa yang sangat penting karena Thailand bersiap menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19 yang didorong oleh munculnya varian baru dan tantangan berkelanjutan yang dihadapi sistem layanan kesehatan, lapor Thailand Medical News. (thaiger)

Share: