Kapal Induk AS Lincoln Pulang Setelah 11 Bulan Terlibat Perang Iran

Setelah menjalani penugasan selama 321, hari Kapal induk USS Abraham Lincoln akhirnya kembali ke pangkalan asalnya di San Diego, AS. Kapal induk itu pulang setelah keterlibatannya dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Februari 2026.


AS, Suarathailand- Anadolu melaporkan Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln kembali ke pangkalan asalnya di San Diego pada Kamis (8/10), setelah menjalani penugasan selama 321 hari yang mencakup keterlibatannya dalam perang AS dan Israel melawan Iran, menurut laporan USNI News.

Kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di Pangkalan Udara Angkatan Laut North Island setelah menghabiskan 265 hari berturut-turut di laut tanpa singgah di pelabuhan, sekaligus mencatatkan rekor baru bagi Angkatan Laut AS.

Menhan AS Pete Hegseth kemudian menaiki kapal tersebut saat masih berada di laut pada Rabu (7/10) dan menganugerahkan Presidential Unit Citation kepada para awaknya atas peran mereka dalam Operasi Epic Fury.

Penghargaan tersebut merupakan tanda kehormatan tertinggi yang diberikan kepada satuan militer AS.

Hegseth mengatakan kepada para pelaut bahwa kelompok tempur kapal induk tersebut telah melakukan sesuatu yang "belum pernah dilakukan oleh kelompok tempur kapal induk mana pun sebelumnya".

Dia juga menolak berbagai upaya yang menurutnya bertujuan menggambarkan kapal induk tersebut sebagai "simbol disfungsi" atau rendahnya semangat para awak.

USS Abraham Lincoln, yang membawa sekitar 5.000 personel Angkatan Laut dan Korps Marinir AS, meninggalkan San Diego pada November tahun lalu untuk menjalankan misi di kawasan Pasifik.

Namun, kapal induk tersebut kemudian dialihkan ke Timur Tengah setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari.

Selama musim panas, sejumlah laporan media mengungkap adanya kekurangan makanan dan kebutuhan pokok di kapal tersebut, serta memburuknya kesehatan mental dan semangat para awak.


Share: