Jumlah korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Lampaui 1.200 Orang

Serangan terkoordinasi tersebut sebagian besar menargetkan daerah sipil di Teheran dan kota-kota lain.


Teheran, Suarathailand- Setidaknya 1.230 orang, sebagian besar warga sipil, telah gugur dalam agresi Amerika-Israel yang sedang berlangsung terhadap Revolusi Islam.

Yayasan Urusan Martir dan Veteran, sebuah badan yang berafiliasi dengan pemerintah, dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis mengumumkan bahwa setidaknya 1.230 orang telah gugur sejak Sabtu ketika AS, bersama dengan rezim Israel, melancarkan agresi terhadap Iran.

Serangan terkoordinasi tersebut sebagian besar menargetkan daerah sipil di Teheran dan kota-kota lain.

Dalam gelombang serangan pertama, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan beberapa komandan militer berpangkat tinggi gugur pada hari Sabtu.

Dalam beberapa hari terakhir, warga Iran telah mengadakan pemakaman untuk ratusan korban di ibu kota Teheran dan kota-kota lain di berbagai bagian negara.

Dalam lima hari terakhir, AS dan Israel telah menyerang target sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, fasilitas olahraga, situs warisan budaya, dan permukiman penduduk.

Iran telah merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone ke target-target di wilayah pendudukan serta ke pangkalan-pangkalan Amerika di seluruh wilayah tersebut.

Para pejabat senior Iran menegaskan bahwa setiap serangan yang disengaja oleh Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap situs-situs sipil dan warisan budaya Iran merupakan "pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional dan kejahatan perang yang tak terbantahkan."

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan bahwa Iran tidak punya pilihan lain selain membela diri dalam menghadapi serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel.

Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu malam melalui akun X-nya dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada para pemimpin regional, menekankan penghormatan Iran terhadap kedaulatan negara mereka.

Share: