Proyek pengembangan jet tempur yang ditargetkan selesai pada 2035 tersebut telah mengalami kemajuan pesat.
Tokyo, Suarathailand- Kyodonews melaporkan Jerman dan Jepang sepakat menggelar perundingan tingkat menteri pertahanan dalam waktu dekat untuk membahas kemungkinan keterlibatan Jerman dalam program pengembangan jet tempur generasi berikutnya yang dipimpin Jepang bersama Inggris dan Italia, kata Kanselir Jerman Friedrich Merz, Rabu.
Kanselir Jerman mengatakan proyek pengembangan jet tempur yang ditargetkan selesai pada 2035 tersebut telah mengalami kemajuan pesat.
Namun, Jerman terlebih dahulu ingin mengkaji sejauh mana negara itu dapat berpartisipasi dalam program tersebut.
Jerman sebelumnya telah mengupayakan pengembangan jet tempur generasi baru bersama Prancis dan sejumlah negara lain. Namun, rencana tersebut dibatalkan pada Juni akibat perselisihan terkait perusahaan peserta yang akan memimpin proyek.
Selain bergabung dengan Global Combat Air Programme (GCAP), kerja sama dengan Swedia terkait dengan jet tempur Gripen dipandang sebagai alternatif potensial bagi Jerman.
Merz mengatakan Jerman dapat bekerja sama dengan Jepang dalam pengembangan jet tempur, tanpa secara spesifik menyebut GCAP. Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tidak menyinggung isu tersebut.
Pada Kamis di Tokyo, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan dalam konferensi pers bahwa GCAP disinggung dalam pertemuan tersebut.
Namun, dia tidak bersedia mengungkapkan secara terperinci isi pembicaraan karena hal itu merupakan bagian dari pertukaran diplomatik.
"Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti dampaknya terhadap jadwal pengembangan dan industri pertahanan, kami akan terus bekerja sama erat dengan Inggris dan Italia untuk memastikan GCAP menjadi program yang lebih baik," kata Kihara, yang juga merupakan juru bicara utama pemerintah Jepang.




