Ini merupakan pertama kalinya virus PMK terdeteksi selama proses karantina produk hewan di Jepang. Daging tersebut disita di perbatasan dan dilarang masuk ke Jepang.
Tokyo, Suarathailand- Kyodo News melaporkan Kementerian Pertanian Jepang pada Kamis (10/9) mengatakan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) terdeteksi dalam pemeriksaan karantina terhadap daging kambing mentah yang dibawa seorang penumpang dari China pada Januari di Bandara New Chitose, Hokkaido.
Ini merupakan pertama kalinya virus PMK terdeteksi selama proses karantina produk hewan di Jepang. Daging tersebut disita di perbatasan dan dilarang masuk ke Jepang.
Dilaporkan bahwa daging kambing mentah itu termasuk barang yang dilarang dibawa masuk oleh penumpang dalam penerbangan dari Beijing. Daging tersebut ditemukan di antara barang bawaan penumpang dan kemudian diperiksa untuk mendeteksi keberadaan virus.
PMK tidak menginfeksi manusia, tetapi sangat menular dan dapat berakibat fatal bagi hewan berkuku belah, termasuk sapi, babi, dan kambing.
Saat wabah PMK terjadi di Prefektur Miyazaki, Jepang barat daya, pada 2010, sekitar 300.000 hewan, termasuk sapi dan babi, dimusnahkan.
Meskipun sejak saat itu tidak ada laporan wabah PMK di Jepang, infeksi penyakit tersebut masih terjadi di sejumlah negara lain.
Kementerian Pertanian Jepang memperingatkan adanya "risiko sangat tinggi" terjadinya wabah di dalam negeri dan menekankan perlunya langkah-langkah pencegahan di perbatasan.




