Kapal tanker Al-Ruqayyat yang dilaporkan milik Qatar sedang berlayar melalui rute Oman di bawah perlindungan AS pada larut malam kemarin ketika gagal mengindahkan peringatan dari IRGC.
Hormuz, Suarathailand- Farsnews melaporkan sebuah kapal tanker minyak yang didukung AS dilaporkan dihantam oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) setelah mengabaikan peringatan yang dikeluarkan oleh pasukan tersebut saat melintasi perairan regional dan mencoba melanjutkan perjalanan melalui rute alternatif.
Dilaporkan kapal tanker Al-Ruqayyat yang dilaporkan milik Qatar sedang berlayar melalui rute Oman di bawah perlindungan AS pada larut malam kemarin ketika gagal mengindahkan peringatan dari IRGC dan diserang.
Axios melaporkan bahwa setidaknya dua rudal Iran menghantam kapal tersebut.
Pemantauan satelit menunjukkan cakupan udara Angkatan Udara AS di wilayah tersebut aktif tepat pada saat kapal tanker yang didukung AS dihantam di sepanjang rute Oman.
Akun pelacakan maritim Mench Osint juga mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki cakupan udara penuh di atas area tersebut ketika kapal tanker tersebut dihantam di perairan Oman.
Misi Angkatan Udara AS—yang diperkirakan menelan biaya sekitar $1 juta per jam dan melibatkan pesawat pengisian bahan bakar di udara, jet tempur, pesawat peringatan dini di udara, dan drone—sedang berlangsung pada saat rudal tersebut menghantam.




