IRGC mengumumkan beberapa gelombang serangan yang menargetkan aset AS dan Israel di seluruh kawasan tersebut, termasuk sejumlah pangkalan di Kuwait, Irak, dan Arab Saudi.
Teheran, Suarathailand- Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan mereka menghancurkan radar pertahanan misil milik Amerika Serikat di Uni Emirat Arab dan menyerang kapal angkatan laut AS di Samudera Hindia, menurut laporan kantor berita milik negara Tasnim, Senin.
IRGC Iran menuturkan sebuah rudal presisi telah menghancurkan radar Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Al-Ruwais, lapor Tasnim, mengutip IRGC.
Dalam serangan terpisah, sebuah kapal pengisian bahan bakar yang tergabung dalam kelompok kapal induk AS dihantam serangan drone dan rudal di perairan berjarak 700 kilometer dari Kota Chabahar, Iran tenggara. Serangan tersebut menyebabkan kapal itu "tidak dapat beroperasi", menurut laporan tersebut.
Tasnim memaparkan unit rudal antikapal selam IRGC sedang melacak armada AL di kawasan tersebut. Kantor berita itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Rangkaian serangan itu merupakan bagian dari apa yang Iran sebut sebagai "Operasi Janji Sejati 4" (Operation True Promise 4), serangan balasan yang dilancarkan menyusul serangan gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, beberapa pejabat tinggi lainnya, dan lebih dari 100 warga sipil.
IRGC mengumumkan beberapa gelombang serangan yang menargetkan aset AS dan Israel di seluruh kawasan tersebut, termasuk sejumlah pangkalan di Kuwait, Irak, dan Arab Saudi.
Komando Pusat AS belum mengonfirmasi klaim yang disampaikan pihak Iran.




