Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Majid Mousavi mengatakan bahwa serangan rudal terhadap target Israel dan AS diperkirakan akan semakin meningkat.
Teheran, Suarathailand- Iran dilaporkan tidak akan lagi meluncurkan rudal dengan hulu ledak yang lebih ringan dari satu ton ke target Amerika Serikat (AS) dan Israel, kata Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Senin (9/3).
Menurut pernyataan yang diberitakan media lokal, Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Majid Mousavi mengatakan bahwa serangan rudal terhadap target Israel dan AS diperkirakan akan semakin meningkat.
Eskalasi di kawasan semakin memanas sejak Israel dan AS meluncurkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang menurut otoritas Iran menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS, sebagai bentuk pertahanan diri.
Sebelumnya, Iran telah memasukkan aset ekonomi AS ke dalam "daftar target" serangan, menurut laporan Fars News Agency, Minggu (8/3).
Mengutip seorang pejabat Iran yang meminta namanya dirahasiakan, kantor berita itu menyebutkan bahwa Teheran telah meninjau kembali strategi sasaran serangannya, sehingga tidak lagi hanya difokuskan pada target militer AS dan Israel.
Menurut pejabat itu, Iran telah memperluas "daftar target" dengan memasukkan "modal dan kepentingan Amerika."
Ia mengatakan keputusan itu diambil setelah muncul berbagai pernyataan dari para pejabat AS dan Israel yang ia sebut sebagai “ancaman langsung terhadap rakyat Iran."



