Iran menepis tuduhan bahwa pakar militer Iran beroperasi di Yaman. Ia menyebut klaim tersebut sebagai sesuatu yang direkayasa dan bertujuan untuk menyesatkan opini publik.
Teheran, Suarathailand- Farsnews melaporkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, membantah klaim dari kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, yang menyatakan bahwa Teheran ikut campur dalam konflik di Yaman. Sebaliknya, ia menuduh blok tersebut justru berkontribusi terhadap pelanggaran hak asasi manusia melalui penerapan sanksi dan blokade.
Baqaei menepis tuduhan bahwa pakar militer Iran beroperasi di Yaman. Ia menyebut klaim tersebut sebagai sesuatu yang direkayasa dan bertujuan untuk menyesatkan opini publik.
"Rakyat Yaman memiliki kemampuan dan tekad untuk mempertahankan kedaulatan mereka tanpa bantuan pihak asing mana pun," ujarnya.
Eskalasi terkini di Yaman bermula setelah Arab Saudi membombardir Bandara Internasional Sanaa pada bulan Juli. Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Yaman menerapkan kebijakan "blokade sebagai balasan atas blokade" dengan memberlakukan embargo terhadap kapal-kapal Arab Saudi di Laut Merah.
Teheran berulang kali menegaskan bahwa konflik di Yaman harus diselesaikan melalui dialog dan rekonsiliasi antara Riyadh dan Sanaa.
Juru bicara Iran tersebut menekankan bahwa perdamaian memerlukan penghormatan terhadap hak rakyat Yaman untuk menentukan nasibnya sendiri, serta upaya dialog yang didasarkan pada peta jalan (roadmap) antara Arab Saudi dan Yaman yang telah disepakati sebelumnya. Ia menambahkan bahwa Teheran siap mendukung inisiatif diplomatik semacam itu.




