Pasar pariwisata tertekan setelah musim liburan Tahun Baru Imlek berakhir dan suhu panas menerjang.
Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) berstrategi agar kegiatan pariwisata di luar ruangan tetap bergairah meski tengah dilanda gelimbang panas. Salah satu strategi yang dijalankan adalah mempromosikan kegiatan wisata pada pagi dan malam hari. Para turis tetap berwisata tapi dilakukan pada pagi dan malam hari.
“Cuaca panas ekstrem telah membuat minat masyarakat untuk berada di luar ruangan menurun. AKibatnya pengunjung taman air turun hingga 10 persen,” kata Wuthichai Luangamornlert, kepala eksekutif Siam Park City Group kepada Bangkokpost (6/05).
"Kami melihat lebih banyak warga lokal yang memilih untuk pergi ke pusat perbelanjaan ber-AC selama akhir pekan daripada mengunjungi taman air kami karena cuacanya terlalu panas untuk berada di luar ruangan pada siang hari," tambah Wuthichai.

Pasar pariwisata tertekan setelah musim liburan Tahun Baru Imlek berakhir dan suhu panas menerjang. Cuaca yang terik telah membuat warga Thailand enggan untuk bepergian, terutama para manula.
Wuthichai menambahkan bahwa pasar ini menantang bagi operator pariwisata karena biaya operasional mereka telah meningkat 10-20 persen sejak awal tahun, sebagian besar disebabkan oleh biaya energi dan tenaga kerja. Siam Amazing Park telah beradaptasi dengan menggunakan tenaga surya sebagai salah satu solusi.
Banyak dari mereka yang menghindari tempat-tempat di luar ruangan, seperti kuil, dan memilih untuk melakukan aktivitas di dalam ruangan atau lokasi wisata dengan udara sejuk, seperti air terjun. Untuk merangsang pendapatan bagi operator lokal yang kehilangan pendapatan karena cuaca, TAT akan mempromosikan kegiatan yang lebih cocok untuk pagi, sore dan malam hari, seperti berlari, mendayung perahu atau mengamati bintang.




