Kapal angkatan laut KD Pendekar mengalami "banjir parah" setelah bocor dan tenggelam seluruhnya di lepas pantai Johor.
Kapal Angkatan Laut Malaysia KD Pendekar tenggelam pada pukul 15.54 pada hari Minggu (25 Agustus) dua mil laut tenggara Tanjung Penyusop, kata angkatan laut dalam sebuah pernyataan.
Dibangun oleh Galangan Kapal Karlskrona Varvet di Swedia, kapal ini diluncuran pada 11 November 1978, dan ditugaskan ke armada angkatan laut pada 27 Juli 1979.

“Upaya untuk menyelamatkan kapal masih dilakukan,” katanya.
Angkatan Laut juga memuji tindakan cepat komunitas maritim atas keberhasilan penyelamatan seluruh 39 awak kapal sebelum kapal tenggelam seluruhnya.
“Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Saat ini awak kapal selamat dan ditempatkan di KD Sultan Ismail, Tanjung Pengelih.

“Aset angkatan laut telah dikerahkan di lokasi kejadian untuk memantau situasi terkini dan keamanan lingkungan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kapal Pendekar sempat mengalami "banjir parah" menyusul kebocoran sekitar siang hari Minggu.
Peristiwa itu terjadi dua mil laut tenggara Tanjung Penyusop, Johor, saat menjalankan tugas operasional.
Kebocoran yang diduga akibat kapal bertabrakan dengan benda di bawah air, awalnya terdeteksi di ruang mesin kapal.
“Meskipun awak kapal telah berupaya sebaik mungkin untuk mengendalikan situasi dan menstabilkan kapal, kebocoran dengan cepat menyebar dan menjadi tidak dapat dikendalikan.

Angkatan Laut Malaysia mengatakan fokus utamanya saat ini adalah melakukan operasi penyelamatan untuk menyelamatkan kapal tersebut.
Sehubungan dengan kejadian tersebut, angkatan laut telah mengumumkan pembentukan segera badan investigasi khusus untuk mengetahui penyebab kebocoran tersebut.
Angkatan Laut juga mengucapkan terima kasih kepada Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), polisi, dan komunitas maritim setempat atas respons cepat dan bantuan mereka selama insiden tersebut.
“Masyarakat diimbau untuk tidak membuat spekulasi apa pun mengenai insiden tersebut. Untuk informasi yang akurat dan terkini, silakan merujuk ke sumber resmi angkatan laut,” tambahnya.




