Ini Kehebatan Panser Sanca Pindad, Bisa Saingi Tank Bushmaster Australia

Rencana TNI AD untuk membeli alutsista dari Australia sedang dibicarakan oleh kedua pihak perwakilan masing-masing negara.

Pertemuan antara KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa dengan Atase Pertahanan Australia Kolonel Micah Batt juga termasuk membicarakan tentang pembelian alutsista ini.

Micah Batt mengatakan niat baik Australia yang akan memberikan 15 unit Bushmaster, kendaraan taktis militer lapis baja untuk TNI.

Pemberian Bushmaster ini dalam rangka mendukung misi perdamaian PBB.

Selain itu, Micah Batt juga sempat menawarkan Bushmaster dan mengatakan bahwa rantis militer tersebut telah diturunkan harganya.

Dalam video di kanal Youtube TNI AD, Andika Perkasa tertarik untuk membeli rantis lapis baja Bushmaster dan Hawkei.

"Jadi ini adalah sebuah gerakan positif dari Angkatan Pertahanan Australia. Anda memberikan penawaran dan kami tertarik membeli Bushmaster dan Hawkei," kata Andika Perkasa dikutip dari video TNI AD (12/9/2021).

Bushmaster adalah kendaraan taktis (rantis) militer lapis baja buatan Australia.

Kendaraan militer ini pertama kali dibuat pada tahun 1997 oleh Thales Group di Queensland, Australia.

Sebagai kendaraan lapis baja, Bushmaster diklaim anti peluru dan tahan ledakan ranjau serta peledak balistik.

Bushmaster memang canggih dan telah teruji kehebatannya dalam berbagai misi perang Australia.

Namun Indonesia juga punya rantis lapis baja yang dibuat oleh PT Pindad.

Panser Sanca 4x4, kendaraan lapis baja beroda 4 buatan PT Pindad ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2016 silam.

Desain Panser Sanca 4X4 sangat mirip dengan Bushmaster. Namun memang proyek pembuatan Sanca ini bekerja sama dengan Thales Group, produsen Bushmaster.

Panser Sanca dibuat dengan beberapa penyesuaian terhadap misi-misi TNI khususnya di Indonesia.

Panser Sanca adalah kendaraan lapis baja anti ranjau pertama buatan Indonesia.

Dalam situs resmi PT Pindad, panser Sanca dirancang untuk mendukung operasi militer dan didesain untuk melakukan berbagai profil misi.

Sanca secara khusus disesuaikan dengan misi-misi baru Tentara Nasional Indonesia (TNI) seperti peacekeeping dan operasi pasukan khusus.

Panser Sanca memiliki bodi lapis baja yang memadukan ketahanan ledakan tingkat tinggi dan perlindungan balistik.

Sama seperti Bushmaster, Panser Sanca memilki empat roda dengan sistem penggerak 4x4.

Dengan fitur tersebut, Panser Sanca bisa melakukan mobilitas dengan baik di segala medan dan punya kemampuan off-road luar biasa.

Sanca bisa menahan ledakan ranjau darat yang berasal dari bagian bawah kendaraan.

Bodinya juga lapis baja sehingga bisa menahan peluru kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm.

Kendaraan militer ini memiliki daya gempur yang luas mulai dari perlindungan jarak dekat untuk pasukan infantri hingga pertempuran antar kendaraan tempur.

Sanca dilengkapi dengan senjata utama berupa meriam kaliber 105 mm yang bisa meluncurkan peluru kendali.

Namun sedikit berbeda dengan Bushmaster yang bisa menampung 9 personel, Panser Sanca bisa memuat 12 prajurit termasuk pengemudi. (ZJ)


Share: