Kementerian Kesehatan Indonesia memastikan subvarian Delta AY.4.2 belum masuk Indonesia.
Namun Kementerian Kesehatan Indonesia tetap waspada, mengingat Covid-19 subvarian Delta AY.4.2 sudah ditemukan di Malaysia.
Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan dua kasus penularan Covid-19 subvarian Delta AY.4.2 atau disingkat varian Delta Plus.
Malaysia menyebutkan penularan yang terjadi adalah kasus impor oleh mahasiswa yang baru kembali dari studi di Inggris.
WHO melaporkan terdapat beberapa perbedaan antara virus corona varian Delta dengan varian Delta Plus, antara lain :
Virus corona varian Delta
- Tercipta akibat adanya gabungan mutasi
- Lebih menular daripada virus asli
- Bisa memperburuk kekebalan tubuh pasien
Terdapat beberapa gejala yang menyertai, seperti sakit perut, muntah, mual, nyeri sendi, dan gangguan pendengaran.
Virus corona varian Delta Plus
- Varian Delta yang bermutasi lebih lanjut
- Mutasi ini ditemukan juga dalam varian Beta dan Gamma
WHO menyebutkan juga bahwa varian Delta Plus memiliki kemampuan untuk menyebar lebih cepat akibat adanya mutasi di dalam protein virus. (who, republika)




