IMO Sebut Sekitar 2.500 Awak Kapal Telah Dievakuasi dari Selat Hormuz

IMO mendesak para pemilik dan operator kapal agar menilai risiko dengan cermat.


London, Suarathailand-  Xinhua melaporkan sekitar 2.500 pelaut di atas kapal 115 kapal telah dievakuasi dari Selat Hormuz sejak Organisasi Maritim Internasional (IMO) meluncurkan operasi evakuasi bagi para pelaut yang terlantar pada Selasa (23/6).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) IMO Arsenio Dominguez pada Jumat (26/6) mengatakan angka-angka awal tersebut mencakup tiga setengah hari pertama operasi evakuasi.

IMO sebelumnya mengumumkan kerangka kerja evakuasi tersebut, dengan merekomendasikan penggunaan rute utara yang diinformasikan oleh Iran dan rute selatan yang diinformasikan oleh Oman.

Namun, pada Kamis (25/6), badan maritim PBB itu menangguhkan operasi evakuasi setelah sebuah kapal diserang di Teluk Oman, dengan alasan kapal itu perlu melakukan penilaian lebih lanjut mengenai apakah jaminan keamanan yang menjadi landasan operasi tersebut masih berlaku.

Data pelayaran menunjukkan bahwa beberapa kapal tetap melintasi Selat Hormuz setelah operasi IMO ditangguhkan.

Dominguez mengatakan Iran masih menjalankan operasinya di rute utara. Sementara, Amerika Serikat terus memberikan bantuan kepada kapal-kapal yang melintas di rute selatan.

"Yang penting bagi kapal-kapal tersebut adalah melakukan penilaian risiko sebelum mengambil keputusan akhir," tuturnya.

Dia juga mendesak para pemilik dan operator kapal agar menilai risiko dengan cermat.

Dominguez menyampaikan IMO hanya akan melanjutkan operasi evakuasi setelah mendapat jaminan yang cukup bahwa kapal-kapal komersial tidak akan diserang.

Share: