Tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau seluruh tenaga kesehatan dan lapisan masyarakat, terutama para orangtua dan anak, agar tetap ketat melakukan protokol kesehatan, terlebih di masa mudik Lebaran.
Imbauan tersebut sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya pada 27 April 2022.
Saat ini, Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya itu telah resmi dipublikasikan sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh WHO.
Jumlah laporan kasus tersebut pun terus bertambah. Tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.
Ketua umum PB IDI, dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT meminta seluruh Organisasi Profesi Medis di bawah IDI, seluruh dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas, Posyandu, klinik praktik mandiri, serta dokter praktik perorangan untuk mewaspadai setiap gejala hepatitis pada anak dan dewasa.
Adapun gejala hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini antara lain:
- Perubahan warna urine (gelap) dan/atau feses pucat
- Kuning (jaundis)
- Gatal
- Nyeri sendi atau pegal-pegal
- Demam tinggi
- Mual
- Muntah atau nyeri perut
- Lesu atau hilang nafsu makan
- Diare
- Kejang ditandai dengan Serum Aspartate Tansaminase (AST)/SGOT atau Alanine Tansaminase (ALT) SGPT lebih dari 500 U/L.
Sementara dari pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan virus hepatitis A, B, C, D, dan E Namun, pada beberapa kasus ditemukan SARS-CoV-2 dan atau Adenovirus. Oleh karena itu pemeriksaan patogen (biologis maupun kimiawi) perlu dilakukan lebih lanjut.
Langkah Pencegahan
Ketua Umum PB IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) meminta seluruh dokter anak dan residen dokter anak turut mengawasi apabila gejala di atas muncul pada pasiennya.
Kepada masyarakat, IDAI mengimbau agar tetap tenang dan berhati-hati, serta mengecah terjadinya infeksi.
Langkah-langkah guna mencegah infeksi menurut IDAI yakni
• Mencuci tangan
• Meminum air bersih yang matang
• Makan makanan yang bersih dan matang penuh
• Membuang tinja dan atau popok sekali pakai pada tempatnya
• Menggunakan alat makan sendiri-sendiri
• Memakai masker dan menjaga jarak
• Agar mendeteksi secara dini jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning, mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/kejang, lesu, demam tinggi memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. (IDI, antara)




