Thailand promosikan kegiatan yang cocok untuk pagi, sore, dan malam hari, seperti lari, mendayung perahu, dan melihat bintang.
Panas terik di Thailand menghalangi wisatawan untuk berpartisipasi dalam aktivitas luar ruangan, sehingga mendorong Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) menjajaki promosi pariwisata pagi dan sore hari dalam upaya menstabilkan pasar.
CEO Siam Park City Group, operator Siam Amazing Park, Wuthichai Luangamornlert, menyatakan panas yang menyengat mengakibatkan penurunan jumlah pengunjung sebesar 5-10% di taman rekreasi air.
Hal ini kemudian menyebabkan penurunan belanja konsumen sebesar 10% disebabkan berkurangnya kepercayaan ekonomi dan peningkatan biaya hidup, khususnya tagihan listrik, kata Wuthichai.

“Tampaknya setelah liburan Tahun Baru Imlek, pasar melemah karena suhu rata-rata mulai meningkat dengan cepat. Selama festival Songkran, kami melihat penurunan lalu lintas tamu sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya.”
Perubahan perilaku wisatawan lokal juga terlihat, banyak yang memilih pusat perbelanjaan ber-AC di akhir pekan dibandingkan mengunjungi taman rekreasi air karena panas yang menyengat.
Industri pariwisata sedang menghadapi masa-masa sulit, dengan kenaikan biaya sebesar 10-20% sejak awal tahun, yang sebagian besar disebabkan oleh biaya energi dan tenaga kerja. Untuk beradaptasi, Siam Amazing Park mulai memanfaatkan tenaga surya.
Masalah pendanaan
Wuthichai yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Internasional Taman Hiburan dan Atraksi, memperingatkan tidak semua operator memiliki dana yang diperlukan untuk mengatasi penurunan pasar ini, dan banyak yang tidak mampu mendapatkan pinjaman bank. Akibatnya, dengan berakhirnya musim ramai dan liburan sekolah, beberapa operator mungkin akan kesulitan menghadapi tingkat suku bunga yang tinggi jika pendapatan mereka tetap statis.
Menanggapi gelombang panas ini, Somradee Chitchong, Deputi Gubernur Pemasaran Domestik di TAT, mengatakan lembaga tersebut berencana untuk mengalihkan kampanye promosinya ke arah pariwisata pagi dan malam hari.
Somradee mengakui bahwa cuaca ekstrem telah membuat warga Thailand, terutama para lansia, enggan bepergian. Banyak yang memilih aktivitas di dalam ruangan atau lokasi dengan iklim yang lebih sejuk, seperti air terjun, dibandingkan tempat di luar ruangan, termasuk kuil.
Selain itu, beberapa wisatawan memilih untuk tetap tinggal di hotel dan melakukan aktivitas di dalam rumah dibandingkan keluar rumah.
Untuk meningkatkan pendapatan bagi operator lokal yang menderita kerugian akibat cuaca, TAT bermaksud untuk mempromosikan kegiatan yang cocok untuk pagi, sore, dan malam hari, seperti lari, mendayung perahu, dan melihat bintang.
Somradee juga mengungkapkan TAT mempunyai rencana untuk meningkatkan pasar selama musim hujan, khususnya di Thailand Utara dan Timur Laut, untuk mengimbangi kerugian yang disebabkan oleh kabut beracun PM2.5 yang bertahan di wilayah tersebut lebih lama dari yang diperkirakan, lapor Bangkok Post.




