Pernyataan ini juga menegaskan kembali sikap UE yang tidak mengakui keputusan Israel untuk memberikan status kota kepada permukiman Givat Ze'ev di Tepi Barat.
Eropa, Suarathailand- Uni Eropa (UE) suarakan kekhawatiran soal putusan terbaru Israel yang memperluas permukiman di Tepi Barat yang diduduki.
Eropa memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut akan semakin melemahkan potensi keberlanjutan solusi dua negara.
Layanan Aksi Eksternal Eropa (European External Action Service/EEAS) mengatakan persetujuan Israel atas pendanaan baru perluasan permukiman akan semakin memperkuat kehadiran permukiman di daerah-daerah sensitif di Tepi Barat.
Situasi ini juga akan meningkatkan fragmentasi dan isolasi komunitas Palestina, membuat mereka menghadapi risiko pelanggaran hak asasi manusia yang lebih besar.
Pernyataan ini juga menegaskan kembali sikap UE yang tidak mengakui keputusan Israel untuk memberikan status kota kepada permukiman Givat Ze'ev di Tepi Barat.
Blok tersebut menegaskan kembali posisi yang telah lama dipegangnya untuk tidak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang diduduki sejak Juni 1967, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.
Pernyataan itu menyerukan agar Israel menahan diri dari perluasan permukiman lebih lanjut, legalisasi pos-pos permukiman ilegal, pengambilalihan lahan, pembongkaran, pengusiran, dan tindakan sepihak lainnya yang, menurut pernyataan tersebut, mengurangi peluang terwujudnya solusi dua negara.




