Eropa Boncos, Harus Bayar Rp2.063 Triliun untuk Impor BBM Imbas Perang Timteng

Kenaikan harga energi global telah merugikan industri dan konsumen Eropa.


Dublin, Suarathailand- Financial Times melaporkan Komisaris Energi Uni Eropa Dan Jorgensen mengungkapkan Uni Eropa telah mengeluarkan biaya tambahan sebesar 100 miliar euro (Rp2.063 triliun) untuk mengimpor bahan bakar fosil yang sama sejak dimulainya perang Amerika Serikat (AS)-Iran.

Jorgensen menyampaikan hal itu dalam pertemuan para menteri energi Uni Eropa di Dublin, Irlandia, Selasa (29/9) waktu setempat.

Financial Times menyebut Jorgensen menuturkan kepada para jurnalis bahwa UE tidak menerima "satu molekul gas atau minyak tambahan pun," meski telah membayar jauh lebih mahal. Kenaikan harga energi global telah merugikan industri dan konsumen Eropa. 

Jorgensen menuturkan, "Kami sedang memasuki musim dingin yang saat ini tampak begitu menantang, sehingga kami ingin menyingkirkan segala ketidakpastian yang dapat dihilangkan."

Jorgensen menyampaikan hal itu usai Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan larangan ekspor diesel pada pekan lalu, sehingga mendorong kenaikan harga produk minyak olahan yang sebelumnya sudah tinggi.

Menteri Energi AS Chris Wright kemudian menyatakan sikap skeptis terkait manfaat dari larangan ekspor diesel secara menyeluruh, dan Jorgensen mengatakan dirinya menyambut baik hal tersebut.

Sementara itu, Menteri Energi Irlandia Darragh O'Brien menuturkan bahwa dirinya telah berbicara dengan sejumlah pejabat pemerintah AS dalam berbagai pertemuan di Sidang Majelis Umum PBB pekan lalu, dan menyebut larangan ekspor diesel selama 90 hari kemungkinan tidak akan diberlakukan.

Negara-negara anggota UE saat ini sedang membahas berbagai langkah untuk bersiap menghadapi musim dingin di tengah tingginya harga energi.


Share: