Jerman Krisis Ekonomi, 5 Ribu Korporasi Bangkrut, Tertinggi Sejak 2005

Gelombang kebangkrutan tersebut memukul perusahaan-perusahaan di hampir semua sektor utama, termasuk sektor konstruksi, perdagangan, dan industri perhotelan. 


Moskow, Suarathailand-  Kantor Berita Sputnik melaporkan ekonomi Jerman diterpa ujian berat. Hasil studi dari Halle Institute for Economic Research (IWH) yang dirilis pada Kamis mengungkap hampir 5.000 kebangkrutan korporasi tercatat di Jerman pada kuartal kedua tahun 2026.

Jumlah kebangkrutan korporasi menjadi yang tertinggi untuk periode tersebut sejak 2005.

"Tahun ini pada kuartal kedua, sebanyak 4.996 kebangkrutan tercatat di Jerman di kalangan perusahaan kemitraan dan perusahaan terbuka, yang menunjukkan peningkatan sebesar 9 persen dibandingkan kuartal pertama. Ini adalah angka tertinggi untuk kuartal kedua sejak tahun 2005, ketika tercatat 5.295 kasus kebangkrutan," tulis studi tersebut.

Diungkap pula gelombang kebangkrutan tersebut memukul perusahaan-perusahaan di hampir semua sektor utama, termasuk sektor konstruksi, perdagangan, dan industri perhotelan.

Pada Juni 2026, jumlah kebangkrutan melonjak hingga 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year), mencapai 1.702 kasus.

Situasi itu melampaui rata-rata bulan Juni pada periode pra-pandemi (tahun 2016 hingga 2019) sebesar 80 persen.

"Kondisinya sangat serius: kebangkrutan memengaruhi perekonomian di berbagai lini. Banyak sektor dan wilayah yang menderita. Pada kuartal ketiga (Juli hingga akhir September), kita harus bersiap menghadapi peningkatan jumlah kebangkrutan yang lebih tinggi dibanding tahun lalu," kata Kepala Riset Kebangkrutan IWH, Steffen Mueller, seperti dikutip dalam dokumen tersebut.

Sebelumnya, kuartal pertama tahun 2026 juga telah mencatatkan rekor jumlah kebangkrutan tertinggi untuk pertama kalinya dalam 21 tahun terakhir.

Pada Agustus 2025, Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis) melaporkan kenaikan kasus kebangkrutan, dengan pengajuan terbanyak berasal dari sektor transportasi dan pergudangan, diikuti oleh sektor konstruksi serta bisnis perhotelan.

Jerman sendiri telah mengalami stagnasi ekonomi secara menyeluruh selama tiga tahun berturut-turut.

Perekonomian negara tersebut terbebani oleh kemerosotan ekonomi yang dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingginya harga energi menyusul dihentikannya pasokan gas dari Rusia

Share: