Dua Warga Negara Thailand Dilaporkan Meninggal di Gaza

Belum ada pernyataan resmi dari pihak Hamas soal kematian dua warga Thailand ini dan enam sandera lainnya.

Kementerian Luar Negeri Thailand mengumumkan dua dari delapan warga negara Thailand yang terdaftar sebagai sandera di Gaza dilaporkan meninggal sejak Oktober 2023.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan pihaknya telah diberitahu oleh Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Tel Aviv berdasarkan bukti yang ada, Komite Penilaian Kondisi Para Sandera Pemerintah Israel telah menyimpulkan bahwa kedua warga negara Thailand tersebut meninggal setelah konflik Hamas-Israel meletus di dekat Gaza pada 7 Oktober 2023.

Keduan korban yang meninggal adalah laki-laki ber nama Sonthaya Oakkharasri dan Sudthisak Rinthalak.


“Pemerintah Kerajaan Thailand menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban, Keluarga telah dihubungi oleh Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Tel Aviv. Sementara lembaga yang terlibat akan memberikan semua bantuan yang diperlukan kepada keluarga korban,” kata pernyataan itu.

“Pemerintah Kerajaan Thailand menegaskan kembali seruannya yang kuat untuk segera membebaskan semua sandera yang tersisa, termasuk enam warga negara Thailand yang tersisa di Gaza, sehingga mereka dapat kembali ke rumah dengan selamat, dan menyerukan semua pihak untuk melakukan upaya terbaik mereka dalam negosiasi yang mengarah pada perdamaian. solusi mendesak untuk krisis kemanusiaan saat ini di Gaza,” bunyi pernyataan itu.

Pada hari Kamis, Perdana Menteri Srettha Thavisin yang sedang berkunjung ke Prancis, mengunggah pesan di media sosial yang menyatakan belasungkawa kepada keluarga dua orang yang meninggal. Ia menambahkan, ia telah memerintahkan Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Tel Aviv untuk memberikan bantuan kepada keluarga tersebut dengan kemampuan terbaiknya.

“Pemerintah Thailand akan terus mengupayakan segala cara untuk memfasilitasi pembebasan sandera Thailand yang tersisa secepat mungkin,” kata perdana menteri.

Dua kematian tersebut membuat jumlah pekerja asal Thailand di Israel yang terbunuh sejak konflik meletus menjadi 35 orang. Thailand kini sejajar dengan Perancis sebagai negara asing dengan jumlah korban jiwa tertinggi dalam konflik yang sedang berlangsung.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak Hamas soal kematian dua warga Thailand ini dan enam sandera lainnya.

Share: