Houthi Yaman telah memperingatkan kapal-kapal Saudi untuk tidak menggunakan Laut Merah
Yaman, Suarathailand- CNN melaporkan dua kapal tanker minyak yang memuat minyak mentah Saudi untuk China dan India berbalik arah di Laut Merah dan menuju Terusan Suez setelah mendapat peringatan dari Angkatan Bersenjata Yaman.
Yaman telah memperingatkan kapal-kapal Saudi untuk tidak menggunakan Laut Merah, dalam sebuah pesan yang disiarkan ke kapal-kapal di jalur perairan vital tersebut.
Pesan tersebut, yang disiarkan melalui radio FM dan diperoleh oleh CNN, mengatakan bahwa karena "pengepungan terus-menerus terhadap bangsa Yaman... kami memperingatkan semua kapal milik musuh Saudi untuk melanjutkan perjalanan melalui [tidak jelas] dan Teluk Aden".
Pesan berdurasi 29 detik dalam bahasa Inggris tersebut menyimpulkan, "Jika keputusan Angkatan Bersenjata Yaman tidak dipatuhi, kapal-kapal tersebut akan menjadi sasaran kami."
Yaman pada hari Senin menyatakan blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi, membuka potensi front baru melawan Amerika Serikat dalam perangnya melawan Iran dan meningkatkan ancaman terhadap pasokan energi global dan perdagangan di luar Teluk Persia.
Reuters juga melaporkan pada hari Selasa bahwa Yaman juga telah mengirim email kepada perusahaan pelayaran, memperingatkan mereka untuk tidak memuat atau membongkar kargo di pelabuhan Arab Saudi, karena aktivitas tersebut dapat mengakibatkan mereka menjadi sasaran "di lokasi mana pun".
Perusahaan pelayaran tidak boleh memuat atau membongkar kargo di pelabuhan Arab Saudi, karena aktivitas tersebut dapat mengakibatkan mereka menjadi sasaran "di lokasi mana pun" oleh Angkatan Bersenjata Yaman, menurut email yang dikirim ke perusahaan-perusahaan oleh Sana'a.
"Kapal dilarang memuat atau membongkar kargo di atau dari pelabuhan Saudi mana pun," demikian bunyi email tersebut, yang diterima oleh beberapa perusahaan pelayaran.
"Kami sangat menyarankan agar perusahaan Anda melakukan uji tuntas dan kehati-hatian yang maksimal dalam semua urusannya," menurut email tersebut.
“Aktivitas semacam itu akan membuat kapal-kapal yang melanggar terkena sanksi. Lebih jauh lagi, mereka mungkin menjadi sasaran di lokasi mana pun dalam jangkauan operasional Angkatan Bersenjata Yaman,” tambah pernyataan itu.




