Dipuji Bank Dunia, Jokowi Tetap Minta Kartu Prakerja Dievaluasi Berkala

Jokowi senang program prakerja bisa berjalan meskipun Indonesia dilanda krisis pandemi covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan pembantunya mengevaluasi program kartu prakerja secara berkala. Dia senang program tersebut berhasil meningkatkan produktivitas peserta melalui pelatihan-pelatihan yang diberikan. 

Program kartu prakerja Indonesia ini bahkan diapresiasi oleh Bank Dunia.

"Data Badan Pusat Statistik (BPS) 88,9 persen penerima program mengaku bisa meningkatkan keterampilan. Ini yang harus saya apresiasi. Kita harapkan terus dievaluasi, dikoreksi, diperbaiki, masukan-masukan saya rasa harus diterima," ujar Jokowi saat menghadiri 'Silaturahmi Alumni Kartu Prakerja' di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 17 Juni 2022. 

Jokowi senang program prakerja bisa berjalan meskipun Indonesia dilanda krisis pandemi covid-19. Program itu dimulai sejak 11 April 2020 atau satu bulan setelah kasus covid-19 pertama masuk ke Indonesia. 

"Saat itu, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemudian dilanjutkan dengan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun, imbuh Jokowi, program prakerja dapat menjangkau jutaan penerima manfaat," tutur Jokowi.

Dari 115 juta pendaftar, terdapat 84 juta orang terverifikasi. Lalu yang dinyatakan diterima berjumlah 12,8 juta.

"Besar sekali ini, angka yang tidak kecil. Produktivitasnya meningkat, pengalaman kerjanya karena pelatihan ini menjadi meningkat. Apa bisa cara-cara ini kita lakukan tanpa menggunakan platform digital, enggak mungkin. Iya ndak? Bener ndak? Dan platform digital yang dibangun, tidak ada yang lewat uang itu, anggaran itu ke kementerian, ke provinsi, ke kabupaten, ke peserta. Ini langsung Menteri Keuangan transfer ke peserta," kata Jokowi. 

Platform digital yang dimaksud Jokowi merupakan startup buatan anak bangsa. Platform tersebut digandeng pemerintah untuk meningkatkan skill penerima manfaat kartu prakerja. Hal tersebut yang membuat dia optimistis bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
 

Share: