Densus 88: Farid Okbah dan Zain Beri Arahan Pencarian Dana Buat Jemaah Islamiyah

Kelompok Jamaah Islamiyah mengaburkan kegiatannya di mata publik sebagai kegiatan yang tidak melanggar aturan untuk mendapat simpati.

Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri, Komisaris Besar Aswin Siregar, mengatakan Farid Okbah (FAO) dan Ahmad Zain An-Najah (ZA) berperan memberi petunjuk dalam pendanaan kegiatan jaringan kelompok teror Jamaah Islamiyah.

"Ketua BM ABA yang ditangkap, F, dalam strukturnya meminta petunjuk dan laporan kepada FAO dan ZA. Dia meminta petunjuk dan bagaimana apalagi yang harus dikerjakan," kata Aswin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (25/11).

Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (BM ABA) adalah lembaga yang dibentuk untuk mengumpulkan dana (fund raising) untuk kegiatan kelompok. 

Selain itu, ada pula Syam Organizer yang juga memiliki peran sama. Aswin mengatakan keorganisasian kelompok ini sangat rapi.

Dari dokumen yang didapat Densus 88, di bawah Amir (pemimin) Jamaah Islamiyah di Indonesia, terdapat bendahara pusat. Di bawahnya lagi ada bidang Tahzis dan Bidang Dakwah.

"Sudah ditangkap semua orangnya. Bendaharanya sudah, bidang Tahzis sudah, bidang dakwah sudah, Amir JI sudah," kata Aswin.

Aswin menambahkan dalam beroperasi kelompok ini mengaburkan kegiatannya di mata publik sebagai kegiatan yang tidak melanggar aturan. Mulai dari lembaga pendidikan hingga pengiriman bantuan ke luar negeri, terutama ke Suriah, berupa pakaian dan makanan.

"Sehingga memang tak kelihatan bukti itu. Memang itu bagian dari meraih simpati masyarakat yang pada endingnya penguasaan wilayah dengan dukungan," kata Aswin.

Dengan cara menarik simpati publik itu, Aswin mengatakan mereka menjadi lebih terlindungi. Salah satu efeknya, adalah saat penangkapan Farid Okbah dan Ahmad Zain An-Najah kemarin, yang mendapat banyak tentangan. Bahkan Densus 88 ia sebut dituding telah mendzolimi dan mengkriminalisasi ulama. (antara, tempo)


Share: