AS dan Israel untuk Kedua Kali Serang Universitas Isfahan Iran

IRGC menyampaikan seluruh universitas Israel dan AS akan tetap dianggap sebagai target yang sah hingga Iran melancarkan serangan balasan.


Teheran, Suarathailand- Israel belum hentikan serangan ke Iran. Terbaru Israel-AS menyerang Universitas Teknologi Isfahan di Iran, Minggu (29/3), untuk kedua kalinya dalam beberapa hari terakhir.

kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan Universitas itu dijadikan sasaran dalam serangan "brutal" jet-jet tempur AS dan Israel di sejumlah wilayah Provinsi Isfahan, termasuk ibu kota provinsi itu, serta Kota Shahin Shahr dan Najafabad, kata Wakil Gubernur bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Provinsi Isfahan Akbar Salehi.

Salehi menambahkan, universitas tersebut dijadikan sasaran untuk pertama kalinya pada Kamis (26/3). Dia pun menyebut penyelidikan sedang berlangsung untuk menentukan kemungkinan korban jatuh dan sejauh mana kerusakan yang ditimbulkan.

Lalu pada Sabtu (28/3) pagi, Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Iran di Teheran juga diserang oleh Israel dan AS.

Menanggapi serangan terhadap universitas-universitas tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Minggu memperingatkan bahwa pihaknya kini menganggap seluruh universitas Israel dan AS di Asia Barat sebagai "target yang sah."

IRGC juga menyampaikan bahwa seluruh universitas Israel dan AS akan tetap dianggap sebagai target yang sah hingga Iran melancarkan serangan balasan terhadap dua di antaranya, seraya memperingatkan para staf, mahasiswa, dan warga yang berada di dekat universitas-universitas tersebut agar menjaga jarak setidaknya satu kilometer demi menghindari bahaya.

IRGC menuntut Washington agar mengeluarkan kecaman resmi atas serangan terhadap universitas-universitas di Iran pada Senin (30/3) sebelum pukul 12.00 waktu setempat (pukul 15.30 WIB) jika ingin melindungi universitas-universitasnya di kawasan tersebut dari serangan Iran.

Perkembangan situasi itu terjadi di tengah konflik AS-Israel-Iran yang dimulai pada 28 Februari, dengan pertempuran sengit berlanjut antara pihak-pihak terkait dan belum ada terobosan perihal gencatan senjata saat konflik tersebut memasuki hari ke-30 pada Minggu (29/3).

Share: