BNPT Temukan 600 Akun Radikal-Terorisme, DPR Minta Gencar Kontra-Radikalisme

Dari 600 akun tersebut, sebanyak 409 di antaranya akun berisi konten informasi serangan, 147 konten anti-NKRI, 7 konten intoleran, dan 2 konten atau akun lain terkait paham takfiri. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan BNPT menemukan sekitar 600 akun di media sosial yang berpotensi menyebarkan paham radikal pada 2021.  

Dari 600 akun tersebut, sebanyak 409 di antaranya akun berisi konten informasi serangan, 147 konten anti-NKRI, 7 konten intoleran, dan 2 konten atau akun lain terkait paham takfiri. 

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni melihat bahwa dengan kemajuan teknologi informasi sekarang ini membuat konten-konten radikalisme makin merajalela, untuk itu BNPT harus terus meningkatkan kewaspadaannya sambil dan melakukan program pencegahan.

"Angka ini ini cukup mengkhawatirkan, karena menunjukkan semakin berkembang pesatnya paham radikalisme melalui media sosial. Karena itu saya meminta kepada BNPT agar terus meningkatkan pencegahan, monitoring dan penindakan terhadap akun-akun yang mengancam stabilitas negara ini," kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (28/1/2022).

Sahroni juga menyoroti tentang temuan BNPT lainnya yang menyebut bahwa ada lebih dari 100 pesantren di Indonesia yang terafiliasi teroris. Tentu hal ini harus menjadi perhatian, mengingat para santri di pesantren masih berusia muda. 

"BNPT juga perlu fokus dalam pencegahan paham radikal di pesantren, karena lembaga itukan diisi oleh anak muda. Jangan sampai mereka niatnya mau menuntut ilmu, ujungnya malah terpapar teroris," jelasnya. 

Oleh karena itu, menurut Politikus Partai Nasdem ini, penting bagi BNPT untuk bekerja sama dengan semua stakeholder dalam melakukan kontra-radikalisme. (antara)


Share: