Data 198 pesantren diduga terafiliasi teroris merupakan bentuk peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli mendatangi Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Proklamasi No. 51, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Februari 2022.
Kedatangan Boy Rafli ke MUI dalam rangka memberikan informasi dan edukasi soal penanggulangan terorisme. Termasuk juga soal data pesantren yang terafiliasi dengan jaringan terorisme.
Boy disambut perwakilan dari pengurus MUI. Beberapa petinggi MUI juga hadir dalam pertemuan seperti Ketua MUI Cholil Nafis dan Sekjen MUI Amirsyah Tambunan.
Kepala BNPT Boy Rafli sebelumnya membeberkan data tentang 198 pondok pesantren yang diduga terafiliasi dengan jaringan terorisme dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, di Jakarta, Selasa 25 Januari 2022.
Direktur Pencegahan BNPT Brigadir Jenderal Ahmad Nurwakhid dalam keterangannya mengatakan data 198 pesantren tersebut merupakan bentuk peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Data BNPT yang diungkap Boy Rafli Amar dalam RDP dengan DPR tersebut, kata Ahmad, juga bukan merupakan generalisasi BNPT terhadap semua pondok pesantren.
"Tentu hal ini perlu dijernihkan agar masyarakat tidak terbawa narasi yang selalu mem-framing berbagai kebijakan untuk meningkatkan deteksi dini dan kewaspadaan dalam pengertian yang negatif," kata Ahmad.
Ahmad mengatakan sangat tidak benar dan tidak beralasan adanya narasi tuduhan terhadap BNPT yang seolah-olah menggeneralisasi dan memberikan stigma negatif terhadap pondok pesantren yang ada di Indonesia, apalagi menuduh data tersebut sebagai bagian dari bentuk Islamofobia. (antara, tempo)




