Beras Terbaik di Dunia Ini Ditanam 4,7 Juta Petani Thailand di 22 Provinsi

Thailand tahun lalu mengirim 1,32 juta ton beras melati ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Kanada, dan Hong Kong,

Departemen Perdagangan Dalam Negeri Thailand belum lama ini mengadakan perlombaan beras melati terbaik 2024. Lomba dimenangkan Narong Jantharung, seorang petani padi dari provinsi Timur Laut Ubon Ratchathani.

Menteri Perdagangan Phumtham Wechayachai memimpin Kompetisi Beras Hom Mali Nasional edisi ke-41 ini di Bangkok dan menyerahkan penghargaan, termasuk sertifikat, plakat kehormatan, dan hadiah uang tunai senilai total 625.000 baht (sekitar RP24 juta).

Berada di posisi kedua dan ketiga dalam kategori penanam padi individu adalah Chan Somsobbong dari Phayao dan Surian Sanglai dari Surin.

Pada kategori koperasi dan lembaga petani, Perusahaan Komunitas Song Plueai dari Roi Et, juga di Timur Laut, meraih penghargaan beras melati kualitas terbaik tahun ini.

Urutan kedua dan ketiga adalah Koperasi Petani Nakhon Phanom dan Pusat Beras Organik Mae Or dari Chiang Mai.

Phumtham mengatakan DIT telah mengadakan kompetisi ini setiap tahun selama 41 tahun untuk meningkatkan kesadaran akan produk beras khas Thailand yang ditanam oleh lebih dari 4,7 juta petani di 22 provinsi.

Acara ini juga bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para petani dan koperasi pertanian atas kerja keras mereka dalam menghasilkan produk luar biasa yang menonjolkan keunikan beras melati Thailand secara global.

Upacara ini juga berfungsi sebagai wadah bagi pembeli untuk menandatangani kontrak pembelian dengan petani. Sebanyak 340 ton beras dilaporkan terjual pada acara hari Rabu tersebut.

Menteri mengatakan bahwa tahun lalu, Thailand mengekspor 8,46 juta ton beras, berkat pertumbuhan produksi sebesar 28% YoY – yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Ekspor beras telah menghasilkan 178,12 miliar baht bagi perekonomian negara.

Phumtham menambahkan, tahun lalu saja, Thailand mengirimkan 1,32 juta ton beras melati ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Kanada, dan Hong Kong, di mana pembelinya lebih memilih beras Thailand meski harganya jauh lebih mahal dibandingkan beras dari negara lain.

Dia menambahkan bahwa Kementerian Perdagangan telah berhasil menegosiasikan kontrak pembelian beras antar pemerintah dengan Indonesia, yang akan membeli beras sebanyak 55.000 ton pada bulan ini.

Thailand masih memiliki sisa 280.000 ton beras dari kontrak G2G sebesar 1 juta ton dengan Tiongkok. (thenation)

Share: