Tiongkok mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan, keamanan, integritas wilayah, dan martabat nasionalnya, serta melindungi hak dan kepentingan sahnya.
Beijing, Suarathailand- China menyatakan keprihatinan mendalam atas ketegangan di Timur Tengah, menganjurkan negosiasi dan solusi diplomatik alih-alih kekuatan militer.
Menteri Luar Negeri Wang Yi menguraikan posisi tiga poin: penghentian segera operasi militer, kembalinya negosiasi dengan cepat, dan penentangan bersama terhadap tindakan sepihak.
Beijing secara aktif melakukan mediasi melalui panggilan diplomatik dengan Rusia, Iran, dan Prancis, dan akan mengirim utusan khusus ke wilayah tersebut untuk membantu meredakan situasi.
China mengutuk serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional sambil menegaskan dukungannya terhadap kedaulatan dan keamanan nasional Iran.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan China sangat prihatin tentang situasi tegang di Timur Tengah.
Dalam beberapa hari terakhir, China terus melakukan upaya mediasi intensif.
China percaya bahwa perang dan penggunaan kekuatan tidak dapat benar-benar menyelesaikan masalah.
Negosiasi dan konsultasi adalah cara yang tepat untuk mengatasinya, dan cara politik dan diplomatik harus dijunjung tinggi dalam menyelesaikan konflik dan perbedaan.
China akan terus menjaga komunikasi dengan semua pihak terkait, termasuk pihak-pihak yang berkonflik, untuk memperkuat upaya mediasi dan membangun konsensus yang lebih luas.
Selain itu, China akan segera mengirimkan utusan khusus untuk urusan Timur Tengah untuk mengunjungi kawasan tersebut, guna membantu mengurangi ketegangan dan mendorong pelonggaran situasi yang konstruktif.
Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa, baru-baru ini, Wang Yi, Menteri Luar Negeri China, telah mengadakan pembicaraan telepon dengan para menteri luar negeri Rusia, Iran, Prancis, dan Oman, untuk menjelaskan posisi China dan mendorong perdamaian serta mengakhiri pertempuran.
Wang mengatakan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran selama proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat tidak dapat diterima.
Pembunuhan terbuka terhadap pemimpin negara berdaulat, serta hasutan untuk perubahan rezim, juga tidak dapat diterima.
Tindakan tersebut, katanya, melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional.
Posisi China, katanya, adalah sebagai berikut:
Pertama, operasi militer harus segera dihentikan.
Kedua, para pihak harus kembali bernegosiasi dan berkonsultasi sesegera mungkin.
Wang menekankan bahwa Tiongkok mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan, keamanan, integritas wilayah, dan martabat nasionalnya, serta melindungi hak dan kepentingan sahnya.
Tiongkok menganggap penting kekhawatiran sah negara-negara di kawasan Teluk Persia dan mendukung negara-negara tersebut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional mereka.
Kekuatan-kekuatan besar, katanya, tidak boleh menggunakan keunggulan militer mereka untuk menyerang negara lain sesuka hati, dan dunia tidak boleh kembali ke "hukum rimba".
Komunitas internasional, katanya, harus bersama-sama menentang setiap tindakan yang melanggar hukum internasional dan bersama-sama menjunjung tinggi norma-norma dasar hubungan internasional.
Tiongkok akan terus memainkan peran konstruktif, termasuk melalui Dewan Keamanan PBB, dalam menegakkan keadilan, mempromosikan perdamaian, dan mengakhiri perang.




