>Thailand mengajukan protes resmi kepada duta besar Iran atas serangan terhadap kapal kargo berbendera Thailand “Mayuree Naree”.
>Insiden tersebut terjadi di Selat Hormuz, yang memengaruhi kapal dan 23 awak kapal berkebangsaan Thailand.
>Thailand menuntut agar pihak berwenang Iran mengeluarkan permintaan maaf resmi dan klarifikasi faktual atas serangan tersebut.

Bangkok, Suarathailand- Sirilak Niyom, Wakil Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri, bertemu dengan Nassereddin Heidari, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Thailand, pada hari Kamis (12 Maret).
Selama pertemuan, Wakil Sekretaris Tetap mengangkat kasus kapal kargo berbendera Thailand “Mayuree Naree”, yang diserang dan rusak di Selat Hormuz setelah berangkat dari Pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab.
Insiden tersebut memengaruhi 23 awak kapal berkebangsaan Thailand.
Oleh karena itu, Thailand menyampaikan protes kerasnya atas insiden kekerasan yang melibatkan kapal berbendera Thailand dan awak kapal Thailand, dan meminta agar pihak berwenang Iran mengeluarkan pernyataan permintaan maaf dan mengklarifikasi fakta-fakta seputar insiden tersebut.
Thailand juga menyatakan harapannya agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Duta Besar menyatakan penyesalannya atas insiden tersebut dan mengatakan bahwa ia akan melaporkan protes Thailand kepada ibu kotanya.
Wakil Sekretaris Tetap menyatakan bahwa Thailand sangat prihatin dengan memburuknya situasi di kawasan tersebut dan menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menahan diri, kembali ke negosiasi diplomatik, dan memprioritaskan keselamatan jiwa warga sipil di kawasan tersebut.
Ia juga mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Iran atas fasilitasi evakuasi warga negara Thailand dari Iran pada tanggal 7 dan 10 Maret 2026, yang berjalan lancar, dan meminta pihak berwenang Iran untuk memastikan keselamatan sejumlah mahasiswa Thailand yang masih tinggal di Iran.




