Universitas meminta pertanggungjawaban komunitas internasional atas konsekuensi serangan oleh kekuatan-kekuatan arogan dan kriminal terhadap lembaga-lembaga sipil negara.
Iran, Suarathailand- Koalisi AS-Israel yang menyerang telah menargetkan sebuah gedung di Universitas Teknologi Isfahan, menyebabkan kerusakan seiring kedua negara tersebut terus menyerang situs-situs sipil di seluruh Iran.
Menurut humas universitas, serangan itu terjadi pada Kamis dini hari.
“Sayangnya, AS yang kriminal dan rezim Zionis yang merebut kekuasaan (Israel) menyerang sebuah gedung di Universitas Teknologi Isfahan pada dini hari Kamis,” katanya.
Ditambahkan bahwa serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Menyatakan bahwa universitas-universitas di seluruh negeri adalah pusat pengetahuan, dialog ilmiah, dan pelatihan generasi mendatang, universitas tersebut menekankan bahwa setiap serangan terhadap pusat-pusat akademik dan ilmiah melanggar peraturan internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan penghormatan terhadap ilmu pengetahuan.
Universitas tersebut menegaskan kembali perlawanannya dalam menghadapi musuh dan mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut.
Universitas tersebut juga meminta pertanggungjawaban komunitas internasional atas konsekuensi serangan oleh kekuatan-kekuatan arogan dan kriminal terhadap lembaga-lembaga sipil negara.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Mereka membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer berpangkat tinggi. Kedua musuh tersebut juga telah membunuh ratusan warga sipil Iran dalam serangan udara di negara itu. Di antara para martir yang patut diperhatikan adalah lebih dari 160 anak sekolah di kota Minab di selatan.
Tanggapan Iran terhadap agresi AS dan rezim Israel sangat tegas dan tepat. Rentetan rudal dan drone telah melumpuhkan pertahanan udara Amerika Serikat di wilayah tersebut. Hal itu telah meningkatkan kemampuan Israel untuk mencegat rudal Iran yang menghantam wilayah pendudukan.




