Adu Kekayaan Dua Calon Panglima TNI

Isu pergantian Panglima TNI terus bergulir. Meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menyerahkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR, terdapat dua kandidat kuat yang saat ini mengemuka sebagai calon Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun pada November 2021. 

Kedua nama itu, yakni Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana Yudo Margono.

Terlepas dari nama yang akan dipilih Presiden nantinya, menarik untuk menelisik harta kekayaan kedua calon Panglima tersebut.

Andika yang dilantik sebagai Kasad pada 2018, menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelanggara Negara (LHKPN) kepada KPK pada 20 Juni 2020 untuk pelaporan awal menjabat. 

Berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id, jenderal bintang empat itu mengaku memiliki harta kekayaan dengan total Rp 179,99 miliar.

Harta kekayaan Andika terdiri dari harta tidak bergerak berupa 20 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Bali hingga Amerika Serikat. 

Secara total, Andika mengaku seluruh bidang tanah dan bangunan yang dimilikinya ditaksir senilai Rp 38,16 miliar. Dari 20 bidang tanah dan bangunan yang dimilikinya, Andika mengaku hanya satu bidang tanah dan bangunan, yakni tanah seluas 1.000 meter persegi di Bogor senilai Rp 500 juta yang merupakan hasil sendiri.

Sementara 19 bidang tanah dan bangunan lainnya, termasuk yang berada di Amerika Serikat dan Australia merupakan hibah tanpa akta.

Selain tanah dan bangunan, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini juga mengaku memiliki satu unit mobil Land Rover Sport senilai Rp800 juta dan mobil Mercedez-Benz Sprinter senilai 1,8 miliar.

Tak hanya itu, Andika mengaku memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 10,1 miliar, surat berharga senilai Rp 2,14 miliar. Harta Andika didominasi kas dan setara kas dengan nilai total Rp 126,98 miliar. Dengan demikian, total harta Andika berjumlah Rp 179,9 miliar.

Sementara Yudo Margono terakhir melaporkan hartanya kepada KPK pada 22 Februari 2021 untuk pelaporan periodik tahun 2020. 

Berdasarkan LHKPN terakhirnya itu, Yudo mengaku memiliki harta Rp 11,36 miliar.

Mantan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) itu mengaku hartanya terdiri dari harta tidak bergerak berupa 18 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Bekasi, Sorong, Bogor, Tangerang, dan Madiun. 

Seluruh tanah dan bangunan Yudo yang merupakan hasil sendiri itu bernilai total Rp 6,9 miliar.

Kemudian, Yudo juga mengaku memiliki dua unit motor Honda, satu unit mobil Toyota Fortuner, dan satu unit Mitsubishi Pajero Sport dengan nilai total Rp 630 juta. 

Yudo juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 365 juta. Yudo juga memiliki harta berupa kas dan setara kas dengan nilai total Rp 3,4 miliar. 

Dengan demikian total harta yang dimiliki Yudo berdasarkan LHKPN kepada KPK berjumlah Rp 11,36 miliar. (beritasatu)

Share: