Kabut asap lintas batas telah berdampak pada enam provinsi di Indonesia dan empat negara tetangga: Singapura, Malaysia, Brunei, dan Filipina.
Bangkok, Suarathailand- Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menghanguskan lebih dari 64.000 hektare lahan hanya dalam waktu satu minggu, dengan ribuan titik panas terkonsentrasi di pulau Sumatra dan Kalimantan.
Thailand terus memantau pola angin dengan cermat, namun wilayah selatannya belum terdampak langsung oleh asap dan kabut asap yang ditimbulkan.
Kabut asap lintas batas telah berdampak pada enam provinsi di Indonesia dan empat negara tetangga: Singapura, Malaysia, Brunei, dan Filipina.
Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menghanguskan lebih dari 400.000 rai (64.000 hektare) selama sepekan terakhir.
Badan Pengembangan Teknologi Antariksa dan Geo-Informatika Thailand (GISTDA) menyatakan bahwa pola angin saat ini belum membawa dampak kabut asap secara langsung ke wilayah selatan Thailand.
Kebakaran di Indonesia telah berlangsung selama beberapa minggu dan menjadi perhatian lingkungan di tingkat regional. Citra satelit memperlihatkan kepulan asap tebal membubung ke atmosfer, dengan dampak yang dilaporkan di seluruh wilayah Indonesia serta negara-negara tetangga, disertai kekhawatiran bahwa kabut asap dapat mencapai Thailand.
Jumlah Titik Panas di Indonesia Meningkat Menjadi 12.241
Indonesia mencatat 12.241 titik panas pada tanggal 15 September, berdasarkan informasi dari Platform Bencana GISTDA dan satelit Suomi National Polar-orbiting Partnership (Suomi NPP). Titik-titik panas tersebut terkonsentrasi terutama di Sumatra dan Kalimantan bagian selatan (wilayah Indonesia di Pulau Kalimantan).
Grafik satelit GISTDA tertanggal 15 September memperlihatkan asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia serta menyoroti area yang mengalami kebakaran dan terdapat titik panas.
Kebakaran juga meluas ke arah Nusantara—ibu kota baru Indonesia yang sedang direncanakan—sehingga mendorong pihak berwenang untuk mengerahkan sumber daya.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa luas lahan yang terbakar selama sepekan sebelumnya mencapai lebih dari 400.000 rai, atau setara dengan 64.000 hektare. Langkah-langkah penanganan oleh pihak berwenang Indonesia meliputi:
-Mengerahkan personel untuk memadamkan kebakaran dan mengendalikan penyebarannya
-Melakukan operasi penyemaian awan untuk memicu hujan dan meningkatkan kelembapan
-Menggunakan pesawat untuk menjatuhkan air guna memadamkan api di lokasi yang sulit dijangkau
Kabut Asap dari Indonesia Berdampak pada Enam Provinsi dan Empat Negara Tetangga
Kabut asap pekat telah menyelimuti enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan, menurut laporan Post Today. Laporan tersebut menyebutkan empat negara tetangga yang telah terdampak polusi lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia:
-Singapura
-Malaysia
-Brunei
-Filipina
Lebih dari 50.000 orang menderita gangguan pernapasan setelah menghirup asap kebakaran hutan dan lahan.
Thailand bagian selatan belum terdampak langsung oleh kabut asap, menurut GISTDA
Analisis GISTDA terhadap pola angin saat ini menunjukkan bahwa kabut asap dari Indonesia belum berdampak langsung terhadap Thailand bagian selatan.
Situasi masih belum dapat dipastikan, sehingga warga dan pihak berwenang terkait di Thailand bagian selatan perlu memantau perkembangan situasi secara cermat.
Mereka perlu memantau upaya pemadaman kebakaran di Indonesia, memantau kualitas udara—termasuk kadar partikel halus (PM2.5)—serta mewaspadai perubahan arah angin yang dapat membawa asap menuju Thailand. The Nation




