69 warga Thailand lainnya di Iran sedang dipersiapkan untuk dievakuasi melalui Turki lalu ke Thailand.
Bangkok, Suarathailand- Penerbangan kedua yang membawa 23 warga Thailand yang dievakuasi dari Iran tiba di Suvarnabhumi pada hari Selasa, sementara para pejabat mempersiapkan upaya repatriasi lebih lanjut.

Para repatriat disambut oleh Wakil Menteri Luar Negeri Vijavat Isarabhakdi setelah penerbangan Turkish Airlines TK64 mendarat pukul 08.20 pagi. Ia mengatakan sebagian besar penumpang adalah mahasiswa Thailand yang belajar di Iran.
Kelompok pertama yang terdiri dari 52 warga Thailand telah mendaftar untuk mendapatkan bantuan untuk kembali ke tanah air setelah pecahnya perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Evakuasi dilakukan dalam dua penerbangan, dengan 29 repatriat pertama tiba di Bangkok pada hari Senin.
23 pengungsi lainnya kembali dengan selamat
Vijavat mengatakan sebagian besar penumpang pada penerbangan kedua dalam keadaan baik, meskipun lelah karena perjalanan panjang. Ia menambahkan bahwa semua pengungsi telah dirawat dengan baik selama perjalanan mereka.
Ia mengatakan Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi erat dengan Departemen Urusan Konsuler, Departemen Urusan Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika, dan kedutaan besar Thailand di Timur Tengah untuk memfasilitasi evakuasi dan memastikan keselamatan para pengungsi yang kembali.
Vijavat menambahkan bahwa 69 warga Thailand lainnya di Iran sedang dipersiapkan untuk dievakuasi melalui proses yang sama. Mereka akan melakukan perjalanan darat dari Teheran ke Van di Turki sebelum terbang kembali ke Thailand.
Ia mengatakan Kementerian Luar Negeri akan berkoordinasi dengan pemerintah Iran, Israel, dan Amerika Serikat untuk memberi tahu mereka tentang rute evakuasi guna memastikan keselamatan para pengungsi.
Ia juga mengatakan bahwa 130 warga Thailand lainnya di Iran belum memutuskan apakah akan meninggalkan negara tersebut. Kedutaan Besar Thailand tetap berhubungan dengan mereka dan mendorong mereka untuk mengungsi demi keselamatan mereka sendiri, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing individu.
Vijavat menambahkan bahwa beberapa warga Thailand di negara-negara Timur Tengah lainnya, termasuk Uni Emirat Arab dan Bahrain, juga telah menyatakan keinginan untuk kembali ke tanah air, tetapi masih dapat menggunakan penerbangan komersial. Kedutaan Besar dan kantor konsuler Thailand akan tetap siaga 24 jam untuk membantu warga Thailand di seluruh Timur Tengah, katanya.



