2024, Indonesia Targetkan Kemandirian Alkes dan Farmasi

Kemenkes harus bersinergi untuk mewujudkan target ini. 

Indonesia menargetkan kemandirian produk farmasi dan alkes dalam negeri pada 2024. Plt Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Arianti Anaya mengaku tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan target ini.

Kemenkes juga harus menggandeng peran perguruan tinggi, terutama para peneliti dari kalangan akademisi dan industri.

Arianti sudah sejak lama mendorong pengembangan alkes dan farmasi dalam negeri, khususnya terkait obat tradisional. 

Upaya pengembangan ini terus dilakukan mengingat Indonesia begitu kaya akan sumber daya alam untuk obat tradisional.

Dia tak ingin obat tradisional Indonesia juga dikalahkan negara lain, seperti China dan Korea. 

Di sisi lain, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM Subagus Wahyuono mengungkapkan pihaknya sebagai salah satu institusi di Indonesia siap mendukung upaya pemerintah mewujudkan kemandirian alkes dan farmasi. 

Untuk mewujudkan kemandirian di bidang kesehatan, khususnya obat herbal, UGM Science Techno Park (STP) membuka kolaborasi dengan mitra untuk bersama-sama mengembangkan dan mengakselerasi penghiliran inovasi OHT Fitomarfaka.
 
UGM berharap Obat Herbal Terstandar (OHT) bisa dimasukkan dalam agenda jaminan kesehatan nasional (JKN). Sehingga bisa menjadi pelengkap terhadap resep obat kimiawi. (antara)
 

Share: